SLEMAN – Tiga Dosen Muda Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di serambi Masjid At-Ta’awuun, Dusun Jengkelingan, Potrowangsan, Sidoarum, Godean, Sleman, Selasa (5/2).

Kegiatan yang menjalankan Catur Dharma Perguruan Tinggi itu membuat rancangan proposal yang lolos disetujui LP3M UMY yakni dr Mahendro Prasetyo Kusumo MMR (Dosen Manajemen Rumah Sakit UMY), Sakir SIP, MIP, dan Eko Atmojo SIP, MIP (Dosen Ilmu Pemerintahan UMY).

Selaku Ketua Tim Pengabdian Masyarakat dr Mahendro Prasetyo Kusumo MMR menjelaskan, fokus utama kegiatan kali ini pada bidang kesehatan. Kkhususnya penyakit tidak menular yakni Diabetes Melitus (DM) atau biasa disebut penyakit gula.

“Hal ini menjadi ancaman serius bagi tenaga kesehatan untuk segera melakukan tindakan pencegahan, agar DM tidak semakin meningkat, termasuk mencegah terjadinya komplikasi akibat DM,” ujarnya.

Lebih lanjut Mahe (sapaan akrabnya) mengatakan, berbagai program untuk meningkatkan kesehatan masyarakat telah dilakukan oleh pemerintah, akan tetapi hingga saat ini pencapaian program masih belum maksimal. Oleh karena itu tiga dosen muda dalam pengabdian masyarakat kali ini berusaha mewujudkan masyarakat yang sehat dengan aktivitas fisik tujuh menit.

Salah seorang anggota tim pengabdian masyarakat Sakir SIP MIP memaparkan, aktivitas fisik  tujuh menit diawali dengan senam bersama, dilanjutkan pemeriksaan kesehatan berupa cek tekanan darah dan cek gula darah. Sedangkan untuk masyarakat yang teridentifikasi atau positif terkena gula, tim sudah menyiapkan kuisioner untuk diisi, selanjutnya diambil sampel 30 orang.

“Pengabdian ini berkelanjutan. Kami akan mendata, dari sini akan dipantau perkembangannya. Setelah ada edukasi, pendampingan, dan treatment, ada tidak perubahannya, berkurang atau tidak,” ujar koordinator Lab Ilmu Pemerintahan ini.

Ketua Takmir Masjid Masjid At-Ta’awuun Heru Minarto sangat berterima kasih atas terjalinya kerja sama antara UMY dengan takmir, terutama dalam hal pemeliharaan kesehatan. Kegiatan seperti ini sangat diperlukan karena dapat memaksimalkan aktivitas sosial maupun keagamaan tanpa hambatan. (*Sk)

Berita terkait: https://www.radarjogja.co/2019/02/07/cegah-diabetes-melitus-dengan-aktivitas-tujuh-menit/