Media telah berjalan melewati berbagai fase revolusi, khususnya revolusi industri 4.0. Berbagai macam bentuk media khususnya media sosial telah tumbuh seiring bertambahnya pengguna Internet. Indonesia tercatat oleh (internetlivestats) memiliki jumlah pengguna internet mencapai 132.7 million dengan pengguna media sosial aktif 130.0 million, angka ini akan terus bertambah tiap waktunya. Sedangkan dari total pengguna media sosial 43% menggunakan Youtube, 41% Facebook dan 38% instagram. Namun posisi ketiga instagram sebagai media paling banyak digunakan oleh internet users masih akan terus meningkat, tidak mengejutkan karena saat ini cukup populer untuk membentuk personal branding, promosi bisnis hingga lifestyle. Bahkan presiden Indonesia Joko Widodo “berani” menyebut negara Indonesia sebagai “selfi country”.

Sedangkan Thailand negara dengan populasi hanya 69.11 million (aseanup.com) memiliki pengguna internet 57.00 million dengan pengguna media sosial aktif 51.00 million. Menurut Prof. Sekson Yongvanit  (Lecture Public Administration, KKU) media sosial telah memberikan dampak pada perubahan sosial yang signifikan di Thailand. Sama halnya dengan di Indonesia, Thailand menggunakan aplikasi platform website dalam menyerap aspirasi dan keluhan masyarakat. Sehingga memungkinkan keluhan yang disamaikan langsung dari masyarakat diterima langsung oleh pemerintahan.

“Untuk media sosial yang paling populer, demografi dan karakteristik penduduk yang berbeda juga berpengaruh, Thailand populer dengan aplikasi line sedangkan Indonesia whatsapp”, ujar Dr. Taufiqur Rahman. Menurut Dr. Taufiqur Rahman meningkatnya pengguna internet berimplikasi mampu meningkatkan ekonomi digital, seperti pendapatan meningkat membidik pangsa pasar pengguna internet yang terus meningkat. Seperti munculnya startup baru yang mampu menyaingi platform populer tokopedia, gojek, traveloka dan bukalapak.

Lecture seminar merupakan rangkaian kegiatan kunjungan Khon Kaen University kali ini membahas mengenai “Social Media and Digital Era in Indonesia & Thailand”, sore (14/08/18). Dr. Taufiqur Rahman (Dosen Ilmu Komunikasi, UMY) lebih sering memberikan pemahaman tentang perjalanan media dan implikasinya terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Prof. Sekson Yongvanit (Lecture Public Administration, KKU) melalui pemaparannya menjelaskan bahwa media menjadi kunci terselenggaranya demokrasi yang baik, bebas mengekspresikan diri. Namun, tentu ada konsekuensi negatif dan posistifnya.

(Selasa, 14 Agustus 2018/13.00-15.00)

Berita dan Foto: Rido Argo Mukti