Milenial voters atau pemilih golongan milenial yang  merupakan basis dari anak muda merupakan salah satu tonggak penting dalam pelaksanaan pemilu serentak tahun 2019. Pemilu serentak 2019 yang dilaksanakan tinggal beberapa pekan kedepan merupakan panggung besar yang digadang-gadang sebagai pertarungan politik bukan hanya secara konvensional, melainkan dengan menggunakan teknologi informasi berbentuk media sosial untuk menarik para pemilih golongan muda.

Melihat fenomena tersebut Magister Ilmu Pemerintahan (MIP), Program Studi Ilmu Pemerintahan (IP), dan Laboratorium Ilmu pemerintahan (Lab. IP) UMY mengadakan Kuliah Umum dengan mengusung tema “Media Sosial dan Milenial Voters”.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (8/3) di Ruang Amphiteather Pascasarjana UMY Lantai 4 ini diikuti sekitar 150 mahasiswa. Pembicara yang hadir dalam kegiatan ini berasal dari Komisioner KPU D.I Yogyakarta Wawan Budiyanto, S.Ag, M.Si dan Dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan UMY Tunjung Sulaksono, S.IP., M.Si.

Hadir sebagai moderator, David Efendi, S.IP., MA dan juga Dosen Program Studi Ilmu pemerintahan UMY menyebutkan ada sekitar 70-80 juta pemilih dalam pemilu serentak 2019 ini yang berasal dari generasi milenial dengan umur 17 hingga 35 tahun. “keterhubungan dan ketidakterhubungan politik golongan milenial tentu saja menjadi kajian yang penting. Mengapa? Karena generasi milenial adalah bukan hanya soal tahun lahir akan tetapi adalah tentang statistik politik” ujar David.

Fenomena milenial voters memberikan reaksi politik yang beragam, terutama perubahan di berbagai media kampanye yang awalnya secara konvensional hanyalah dengan menggunakan baliho, umbul-umbul, dan poster. Khususnya pada pemilu tahun 2019 media yang digunakan untuk menarik pemilih golongan muda secara massif dengan menggunakan media sosial seperti Facebook, Twitter, Youtube, Line, Instagram, dan sebagainya.

Daya jangkau dan intensifnya kampanye dengan menggunakan media sosial mampu memasuki ruang-ruang yang sangat privat khususnya bagi kalangan generasi milenial. Hal itu disampaikan oleh alumni Program Studi Ilmu Pemerintahan UMY Moch Edward Trias Pahlevi, S.IP dan juga Koordinator Komunitas Independen Sadar Pemilu (KISP) pada sesi pemaparan hasil penelitian terkait dengan media sosial dan milenial voters.

Kemudian Edward menyampaikan setidaknya ada 6 media sosial yang populer di kalangan generasi milenial, seperti Whastapp, Instagram, Facebook, Twitter, Line, Snapchat. Tiga media sosial yang paling diminati adalah Instagram dengan perolehan 86, 75% karena insta story-nya, Facebook yang lebih interaktif (63,75%), dan Whastapp yang menjadi media berkumpul di dalam group sebesar 65,5%. Peluang tersebut tidak dilewatkan begitu saja bagi pelaku politik untuk menarik suara pemilih. Hal tersebut merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh MIP UMY bekerjasama dengan KISP. (Fs/Azk).