Filipina- Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dalam rangka meningkatkan pengetahuan tentang tata kelola pemerintahan yang baik, pada hari Senin, 22 Januari 2018 melakukan studi banding ke Pemerintah Kota Quezon, Filipina. Studing banding tersebut diikuti oleh 2 Dosen Ilmu Pemerintahan yaitu Sakir, S.IP., M.IP dan M. Eko Atmojo, S.IP., M.IP serta 7 Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Kelas Internasional. Alasan memilih Pemerintah Kota Quezon sebagai tujuan studi banding dikarenakan Pemerintah Kota Quezon memiliki banyak penghargaan, diantaranya adalah sebagai berikut Gawad Pangulo for Excellence in Public Service; Excellence in Disaster Risk Reduction and Management (DRRM) and Humanitarian Assistance Award 2016 for the highly urbanized city category for the Quezon City Disaster Risk Reduction and Management Council; 2016 Most Competitive City in Philippines, from the National Competitiveness Council; 2016 Most Business Friendly Local Government Unit, from the Philippine Chamber of Commerce and Industry; and 2016 First e-Gov Award for Ditigal Finance, from the National ICT Confederation of the Philippines and the Departement of Interior and Local Government; dan masih banyak penghargaan lainnya.

Selama studi banding di Pemerintah Kota Quezon, mereka berkunjung ke beberapa tempat. Pertama, berkunjung ke Barangay and Community Relations Departement (BCRD). Pada kesempatan ini, kami diskusi tentang beberapa persoalan yang ada di Kota Quezon. Persoalan tersebut diantaranya adalah Kemacetan (Traffic Jam). Solusi dari Pemerintah Kota Quezon dengan memaksimal peningkatan pelayanan transportasi umum. Kedua, berkunjung ke Quezon City Tourism Departement. Kami disambut langsung oleh Ms. Devina Gracia P. Pascua selaku kepala departemen. Ms. Devina menjelaskan bahwa Kota Quezon adalah salah satu kota paling progresif, dan merupakan kota dengan jumlah penduduk terbanyak serta terbesar di Filipina. Kota Quezon adalah pusat kegiatan ekonomi, sosial, pendidikan, dan medis. Kota Quezon juga salah satu yang paling kompetitif di Asia dan menjadikannya sebagai model ideal untuk pembangunan perkotaan. Dari segi pariwisata, kota ini menawarkan Pengalaman  Kota Quezon yang lengkap untuk dikunjungi.

Ketiga, berkunjung ke Quezon City Public Library. Perpustakaan umum merupakan katalisator dalam merencanakan pengembangan masyarakat dan dalam pendidikan berkelanjutan masyarakat. Ini berfungsi sebagai lembaga informasi non-partisan dan non-sektarian yang tidak memihak. Perpustakaan umum memiliki beberapa layanan yaitu layanan pembaca, multimedia dan layanan internet, layanan teknis, catatan dan jasa administrasi, dan Perpanjangan Perpustakaan. Selanjutnya, berkunjung ke Justice Cecilia Munoz Palma Foundation yang berada di Departement of Justice. Kami dipandu langsung oleh Ms. Emily Palma selaku direktur eksekutif dan wisata museum serta sekaligus merupakan cucu dari Cecilia Munoz Palma. Ms. Emily Palma menjelaskan bahwa The Justice Cecilia Munoz Palma Foundation menyimpan ingatan dan semangat Hakim Palma untuk memastikan bahwa cita-citanya hidup melalui karya orang lain yang, seperti dia telah memilih kehidupan yang baik bagi rekan senegaranya. Yayasan ini memiliki tiga program unggulan, yaitu: Justice Cecilia Munoz Palma Award; Program Dukungan dan Beasiswa Sekolah; dan Forum Hukum. Selain itu, Ms. Emily Palma juga menjelaskan bahwa Cecilia Munoz Palma yang terkenal dengan panggilan Palma merupakan Jaksa Wanita Pertama di Quezon City, 1947; Hakim distrik wanita pertama di Dumaguete City, Negros Oriental, 1954; Hakim Kehakiman wanita pertama, 1973; dan Presiden Pertama Presiden Komisi Konstitusi Filipina, 1986.