Yogyakarta – Laboratorium Ilmu Pemerintahan Fisipol UMY pada Selasa, 4 Desember 2018 mengadakan Pelatihan Soft Skill Ngaji Jurnalistik dengan tema “Everyone can be a Journalist”. Kegiatan tersebut merupakan sebuah langkah untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi kepada Mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan UMY terkait dengan teknik jurnalistik yang baik dan benar.

Ketua Prodi Ilmu Pemerintahan Dr. Muchamad Zaenuri, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa pentingnya pelatihan soft skill bagi seluruh mahasiswa sebagai bentuk sertifikasi yang nantinya dapat digunakan untuk terjun ke dunia kerja.

“Pelatihan soft skill ini diberikan bagi Mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan UMY sebagai bekal untuk terjun ke dunia kerja nantinya. Karena dalam mencari kerja tidak hanya lembar ijazah yang menjadi acuan, tetapi keterampilan apa yang dimiliki” pungkas Zaenuri.

Selain Ketua Prodi Ilmu Pemerintahan UMY, Koordinator Laboratorium Ilmu Pemerintahan UMY Sakir, S.IP., M.IP juga hadir dalam kegiatan pelatihan soft skill yang dilaksanakan di Gedung K.H. Ibrahim E.6 Lantai 5 UMY ini.

Pembicara pada kegiatan yang diikuti oleh Mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan UMY Angkatan 2016  ini adalah Ketua Dewan Redaksi Jawa Pos Radar Jogja Amin Surachmad, S.I.Kom.I dan Pimpinan Redaksi Radar Jogja Online PT. Yogyakarta Intermedia Digital Reren Indranila, S.IP.

Materi pertama yang disampaikan oleh Amin Surachmad disebutkan bahwa dalam mendalami ilmu jurnalis harus memiliki sebuah teknik yang baik dan benar agar produk jurnalistik tersebut hasilnya dapat maksimal.

“Dalam menulis berita yang baik dan benar maka fakta yang ada di lapangan harus dikemas secara menarik, unik, dan asyik agar dapat meningkatkan minat para pembaca” ujar Amin.

Sesuai dengan tema besar Everyone can be a Journalist pada pelatihan soft skill kali ini, Reren Indranila memaparkan bahwa semua orang bisa menjadi jurnalis.

“Semua orang adalah jurnalis. Ketika kalian menggunggah foto atau video di sosial media, maka secara tidak langsung kalian adalah seorang jurnalis. Nantinya foto atau video tersebut akan dapat dilihat dan disaksikan oleh banyak pasang mata  sebagai bentuk informasi” ujar Reren.

Sesi terakhir dalam pelatihan kali ini, Reren dan Amin memberikan kesempatan kepada seluruh peserta yang hadir untuk dapat melihat dan mengulas kembali berita yang telah di terbitkan oleh Radar Jogja Online.

Seluruh peserta yang hadir sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan ini. “Jurnalis bukan hanya untuk ditekuni, namun dipahami kemudian untuk dipraktikkan. Karena setiap diri kita masing-masing pasti memiliki jiwa jurnalis yang dapat digunakan sewaktu-waktu” imbuh Amin. (Faisal/Andrean).

Berita terkait: https://www.radarjogja.co.id/2018/12/06/tingkatkan-kompetensi-jurnalistik/