Dalam rangka meningkatkan pengetahuan serta kapasitas di dunia jurnalistik, Radar Jogja fasilitasi Laboratorium Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dalam mengadakan Media Visit dan Workshop Jurnalistik.

Bertempat Kantor Harian Radar Jogja (10/10), kegiatan ini disambut langsung oleh Pimpinan Biro Radar Jogja Amin Surachmad (Ketua Dewan Redaksi),  Joko Suhendro (Manajer Iklan), Syukron Arif (Manajer Bisnis), dan Nanang Febriyanto (Jurnalis sekaligus Penanggung Jawab Media Online).

Muhammad Eko Atmojo, S.IP., M.IP dalam sambutannya menyampaikan tujuan kegiatan Media Visit ke Kantor Harian Radar Jogja. “Kegiatan Media Visit yang diadakan oleh Lab IP UMY ini bertujuan untuk belajar tentang dunia jurnalistik langsung dari pakarnya” ujar Sekretaris Prodi IP UMY.

Mengawali kegiatan Media Visit dan Workshop, Joko Suhendro menyebutkan pada zaman milenial saat ini berita dalam bentuk media cetak ternyata masih sangat di gemari oleh masyarakat. “Meskipun sekarang adalah zamannya era digital, tapi masih banyak masyarakat yang lebih senang membaca berita itu dalam bentuk cetak ketimbang online. Karena masyarakat beranggapan bahwa media cetak yang telah terbit memiliki nilai kebenaran berita tinggi ketimbang media online  yang sarat sekali akan hoax” ungkapnya.

Menambahkan terkait dengan fenomena hoax, Syukron memberikan masukkan dalam menulis berita yang benar adalah harus memiliki akurasi kebenaran yang tinggi dan tidak memihak. “Menulis berita yang diperhatikan pertama kali adalah harus mudah dipahami oleh pembaca, to-the-point, tidak menimbulkan kegelisahan bagi pembaca, harus akurat kebenaran beritanya, dan tidak berpihak” ungkap Manajer Bisnis Radar Jogja itu.

Pada kesempatan selanjutnya dalam memberikan materi tentang trik dan kunci dalam jurnalistik, Amin Surachmad menyebutkan bahwa menulis berita harus memiliki daya tarik yang kuat agar pembaca dapat merasa nyaman untuk membacanya. “Menulis berita itu harus memiliki daya tarik yang kuat, agar pembaca merasa nyaman untuk membacanya. Kemudian tulislah judul semenarik mungkin meskipun berita yang disajikan tidak menarik”. (Faisal/Andrean).