Prodi Ilmu Pemerintahan, FISIPOL UMY pada Rabu (6/2) menerima kunjungan dari Progam Studi Ilmu Pemerintahan UIN Sultan Thaha Saiffudin Jambi. Kunjungan dari UIN Sultan Thaha Saifudin Jambi ini bermaksud untuk belajar lebih banyak terkait dengan pengembangan progam studi.

Dalam kunjungan ini, Sekprodi Ilmu Pemerintahan UIN Sultan Thaha Saiffudin, Tri Endah Lestari, M.IP menyampaikan Study Visit ini bertujuan untuk belajar pengembangan Prodi oleh Prodi IP UMY dan dapat melakukan kerjasama dengan IP UMY.

“Kami berkeinginan untuk melakukan kerjasama antara kampus kami dengan Prodi IP UMY dalam hal pengembangan prodi, karena Prodi IP UMY Tata Kelola Prodinya sudah sangat bagus.” ujar Tri Endah.

Kunjungan yang bertempat di Ruang Sidang Fisipol UMY ini disambut langsung oleh Ketua Progam Studi Ilmu Pemerintahan UMY, Dr. Muchamad Zaenuri, M.Si dan Sakir, S.IP, M.IP selaku Koordinator Laboratorium Ilmu Pemerintahan UMY.

“Kami sangat senang mendapat kunjungan dari UIN Sultan Thaha Saiffudin Jambi, karena kami dapat berbagi dalam mengembangkan progam studi yang sudah kami lakukan. Dan nantinya kami berharap mahasiswa UIN Sultan Thaha Saiffudin memiliki keinginan untuk belajar bersama di Magister Ilmu Pemerintahan UMY.” ujar Dr. Muchammad Zaenuri.

Pada kesempatan yang sama Rombongan dari UIN Sultan Thaha Saiffudin yang berjumlah 49 Mahasiswa dan 1 Dosen serta 2 orang Staf, melakukan kunjungan ke Laboratorium Ilmu Pemeritahan UMY yang menjadi trend center Prodi Ilmu Pemerintahan UMY.

Laboratorium Ilmu Pemerintahan UMY ini terdiri dari Ruang Komputer Dan Ruang Referensi. Salah satu mahasiswa UIN Sultan Thaha Saiffudin yang mengikuti study visit ini mengapresiasi fasilitas yang ada di Prodi Ilmu Pemerintahan UMY. “dengan adanya kunjungan ini, saya pribadi merasa tidak sia-sia dan apa yang saya lihat sangat jauh darin ekspetasi saya. Dimana Prodi IP UMY memiliki fasilitas yang sesuai dengan perkembangan zaman saat ini dan menyesuaikan dengan gaya mahasiswa saat ini.

Dan dari fasilitas yang ada memang sesuai dengan yang dikatakan bahwasannya mahasiswa menjadi lebih nyaman menghabiskan waktu berada di ruang referensi.” ujar Muhammad Nopriyono. (*Vd)