Yogyakarta – (03/12) Laboratorium Ilmu Pemerintahan Fisipol UMY mengadakan Pelatihan Soft Skill Spiritual Leadership. Kegiatan pelatihan yang di hadiri oleh seluruh Mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan Angkatan 2017 ini dilaksanakan di Gedung K.H. Ibrahim E.6 lantai 5 Kampus UMY Terpadu.

Pembicara yang hadir pada pelatihan kali ini adalah dr. H. Agus Taufiqurrahman, Sp.S., M.Kes dengan tema Peran pemuda dalam Kepemimpinan di Era Disrupsi dan Dr. Suswanta, M.Si yang membahas tema Be the Best not be Asa.

Mengawali kegiatan ini Muhammad Eko Atmojo, S.IP., M.IP selaku Sekretaris Prodi Ilmu Pemerintahan UMY dalam sambutannya mengatakan dalam menghadapi era disrupsi yang semakin masif perkembangannya, maka perlu adanya leader yang diharapkan memiliki pemikiran bijak dalam menghadapi dan meminimalisir penyalagunaannya.

Bertindak sebagai pemateri pertama, Agus Taufiqurrahman menyebutkan bahwa peran pemuda sangatlah besar dalam era disrupsi saat ini. “Pemuda merupakan tombak bangsa yang harus menjadi pemimpin golongan dimasa saat ini dan masa depan, karena di era disrupsi semakin banyak tantangan yang harus dihadapi. Oleh karena itu pemuda adalah satu-satunya harapan bangsa untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut”, ujarnya.

Memberikan materi dengan gaya humor namun serius, Agus Taufiqurrahman mengajak seluruh peserta pelatihan untuk berikrar sebagai pemuda haruslah memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi untuk merubah pola pikir bangsa Indonesia agar tidak ada lagi perpecahan yang terjadi.

Gaya kepemimpinan yang dibalut dengan Kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual merupakan gaya kepemimpinan yang dibutuhkan pada zaman sekarang. “Sebagai pemimpin, pemuda haruslah memiliki kecerdasan emosinal dan spiritual demi menciptakan kepemimpinan milenial yang dapat bersaing di era disrupsi saat ini”, imbuh Agus Taufiqurrahman.

Sebagai betuk strategi sukses kepemimpinan maka diperlukannya karakter kepercayaan diri dengan meyakini potensi yang dimiliki oleh masing-masing individu. Suswanta menyebutkan bahwa hal yang baru akan memicu sebuah semangat yang tidak pernah dimiliki sebelumnya seperti gaya kepemimpinan yang penuh dengan inovasi atau hal baru.

“Yakini potensi diri untuk meraih kesuksesan adalah pemikiran yang harus dimiliki oleh masing-masing jiwa, kemudian dibarengi dengan semangat leadership demi merubah pola pikir buruk menjadi positif”, pungkas Suswanta.

Menutup kegiatan ini Suswanta berpesan kepada seluruh peserta yang hadir bahwa sebaik-baiknya seorang pemimpin adalah yang mampu memposisikan diri sebagaimana mestinya. “Kemampuan diri untuk menentukan ke mana hidup akan kita arahkan, apa saja yang harus kita lakukan dan jalan mana yang yang harus kita tempuh”, imbuhnya. (Faisal/Andrean).

Berita terkait: https://www.radarjogja.co.id/2018/12/06/spiritual-leadership-pemuda-adalah-tombak-bangsa/