Lulusan ilmu pemerintahan sangat dibutuhkan dalam membangun roda pemerintahan yang baik. Guna mempersiapkan ketersediaan sumber daya manusia yang terampil perlu memiliki kompetensi Public Speaking dan bernegosiasi yang nantinya akan menjadi dasar dalam berinteraksi dengan masyarakat dalam membangun pelayanan berorientasi kesejahteraan, Laboratorium Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mengadakan pelatihan Public Speaking. Karena, kemampuan Public Speaking yang baik tidak terbentuk secara instan. Pelatihan ini menjadi pengembangan softskill yang konsisten diselenggarakan oleh Ilmu Pemerintahan UMY dalam memberikan pembekalan bagi mahasiswa semester 5 (Lima).

Pelatihan yang berlangsung pada hari Sabtu, 23 Desember 2017 bertempat di gedung AR Fachruddin B Lantai 5 diikuti oleh 256 Mahasiswa Ilmu Pemerintahan 2015. Turut hadir Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan UMY Dr. Muchammad Zaenuri, M.Si, kepala Koordinator Lab. Ilmu Pemerintahan IP Sakir, S.I.P., M.I.P dan Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.i., MPA selaku Ketua Acara Pelatihan Public Speaking. Bachtiar S.Fil.i., MPA menyampaikan bahwa pembekalan ini mampu memenuhi keterampilan mahasiswa ketika lulus nanti, melatih Public Speaking berbicara di depan orang, intinya bagaimana mampu berbicara di depan publik dengan cakap dan berseni. Harapannya kedepannya Ilmu Pemerintahan secara kompherensif dan mendalam mengadakan pelatihan Public speaking tidak hanya sekali saja. “Pahami dan pelajari tips khusus dalam Public speaking seperti hal yang paling sederhana cobalah untuk memulai pembicaraan dengan meminta maaf serta jangan segan-segan untuk mengapresiasi lawan bicara lewat ungkapan terimakasih”, pesan Bachtiar S.Fil.i., MPA menutup sambutannya.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan, dalam sambutannya Dr. Muchammad Zaenuri memberikan wawasan dan maksud adanya pelatihan ini. Dengan menyandang gelar sarjana pemerintahan diharapkan menguasai knowledge didukung oleh hardskill keterampilan yang didapatkan dari bangku perkuliahan dan praktek serta softskill yang dapat kita temukan dalam pelatihan-pelatihan dan workshop. Untuk mencapai keterampilan softskill seperti public speaking memerlukan jam terbang yang tinggi, praktek, diskusi kecil forum kampus atau sering mengutarakan pendapat di depan umum. Agar kompetensi yang kalian dapatkan di Ilmu Pemerintahan itu utuh knowledge dalam segi hardskill dan softskill.

Tampil sebagai pembicara dalam pelatihan ini Rosa Kusuma Dewi Azhar, S.Pd secara umum memaparkan teknik Public Speaking, pemilihan kata-kata, mimik muka, gestur tubuh dan olah vokal suara. Dimulai dari pengenalan pentingnya Public Speaking, mengolah kalimat yang tepat lebih variatif dan praktik langsung. Belajar Public Speaking perlu memperhatikan Start With Your Self yakin bahwa keterampilan Public Speaking penting buat kita. Membangun kepercayaan diri kalau kita mampu dan bisa berbicara di depan umum, bayangkan jika kita lulus kuliah nanti mendaftar pekerjaan lalu masuk pada fase Interview, maka kemampuan Public Speaking dapat memberikaan kesan pertama kita. Berinteraksi dengan orang yang beragam, sifat yang tidak sama dan persepsi yang berbeda.

Belajar berbicara di depan publik jika tidak mencoba berdiri langsung di atas panggung tidak akan bisa. Mulai dengan mencoba menawarkan diri untuk menjadi pembawa acara atau presentasi, lewat forum perkuliahan. Jika lulusan Ilmu Pemerintahan yang memiliki prospek erat menjadi anggota dewan tidak mampu berbicara di depan masyarakat, bagaimana masyarakat akan paham. Bagaimana anggota dewan mampu menyerap aspirasi masyarakat. Rosa Kusuma menegaskan jangan abaikan etika berbicara, “Tampilkan good attitude, akan percuma jika memiliki ilmu yang tinggi tapi etika dan tata krama berbicara tidak baik. Berbicara dengan sepenuh hati, akan menyenangkan dan nyaman jika menggunakan hati”, jelas Rosa Kusuma.