Bantul (05/04/2018). KPU Goes to Campus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sukses digelar, berkat insisiasi dari Komunitas Independen Sadar Pemilu berkerjasama dengan Program Studi Ilmu Pemerintahan UMY, Laboratorium Ilmu Pemerintahan UMY dan BEM KM UMY sebagai penyelenggara kegiatan seminar tersebut.
“KPU Goes to Campus merupakan acara strategis yang mampu mewadahi gasasan baru, inovasi yang nantinya dapat menjadi masukkan bagi peroses pemilu di Indonesia. Harapannya dengan diskusi ini dapat mengkolaborasikan ide semua anak muda dalam menyukseskan kepemiluan di Indonesia”, ujar Ketua Komunitas Indepenpent Sadar Pemilu Edward Pahlevi. Edward yang saat ini masih berstatus mahasiswa aktif Ilmu Pemerintahan 2014 mengungkapkan bahwa munculnya seminar ini dilatarbelakangi oleh beberapa permasalahan yang rutin terjadi pada proses pemilu di Indonesia.
Seminar pendidikan pemilu mengusung tema Peran Generasi Millennials dalam Menghadapi Pemilu Serentak 2019 dihadiri oleh Dr. Titin Purwaningsih, S.IP., M.Si, (Dekan Fisipol UMY), Dr. Muchammad Zaenuri, M.Si (Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan) dan Farid Bambang Siswantoro (Komisioner Komisi Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta). Tidak hanya itu, acara diramaikan beberapa kelompok sosial pemerhati kepemiluan seperti Satgas Anti Korupsi dan Komunitas Independen Sadar Pemilu.
Mengawali sambutannya disaksikan oleh peserta seminar mahasiswa dan pelajar Se-DIY, Dr. Titin Purwaningsih mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini, sebagai upaya untuk memberika pencerahan dan mengajak para pemuda untuk sadar terhadap pemilu. “Walaupun peserta pada seminar ini kebanyakan pemuda-pemuda zaman now yang melek teknologi tapi bukan berarti harus asosial dan apolitis”, pesan Dr. Titin. Menurut Dr. Titin kegiatan hari ini mampu memperkuat citizenship, menyadarkan pemuda agar tidak menutup mata denagan proses demokrasi.
Komisioner KPU DIY Farid Bambang mengungkapkan bahwa acara KPU Goes to Campus memang rutin diselenggarakan. Acara ini telah berlangsung di 4 kampus Yogyakarta lainnya tujuannya untuk menjangkau pada lingkungan kampus, sekolahan, mahasiswa dan pemuda. “Namun, ada yang berbeda dari seminar pagi ini karena terselenggara dari tekad kuat para mahasisiwa yang terkabung dalam Komunitas Independent Sadar Pemilu”, jelas Farid Bambang.
Sebagai pembicara Farid Bambang menyuguhkan data partisipasi Pilkada pada lingkup provinsi Yogyakarta. Menyesalkan golput yang masih sering terjadi “golput hakikatnya adalah menyia-nyiakan hak sendiri, membelenggu kepentingan nasional mana kala berhubungan dengan money politics” tambah Farid Bambang. Secara khusus komisioner KPU meminta Lab Iaboratorium Ilmu Pemerintahan UMY bersinergi secara berkelanjutannya dengan KPU, tidak berhenti sampai disini. Ikut aktif dalam kegiatan KPU seperti pendampingan kepada masyarakat, mencejah golput dan menangkal money politic yang rentan terjadi pada proses pemilu.
Seminar dimoderatori langsung oleh Fikri dzulfikar, S.IP sebagai pembicara kedua Bambang Eka CW., S.IP., M.Si, memaparkan beberapa temuan hasil penelitian tahun lalu yang memang perlu digarisbawahi. “Ada kegelisan yang luar biasa, orang yang kita anggap punya pengaruh pada media sosial tidak secara aktif mengampanyekan pemilu menjelang pemilukada, bahkan ada pembicaraan negatif dalam jejak statusnya”, ungkap Bambang Eka. Mantan Bawaslu RI ini meyakini sebagian besar generasi milenial masih belum tertarik dengan isu kepemiluan, bahkan sejalan dengan temuan komisoner yang memang tingkat partisipasi Yogyakarta masih terbilang rendah.