Sebagian masyarakat beranggapan bahwa sampah memiliki kesan yang negatif bagi kehidupan sehari-hari, bahkan tidak memiliki manfaat sama sekali. Menepis anggapan negatif terkait dengan sampah, Kampung Kradenan Desa Banyuraden Kecamatan Gamping, Sleman yang diinisiasi oleh warga sejak dua tahun yang lalu membentuk Bank Sampah. Pembentukan Bank Sampah merupakan sebuah upaya agar masyarakat sadar akan manfaat yang diperoleh dari pengelolaan sampah sebagai salah satu langkah mensejahterahkan kehidupan masyarakat.

Supardiyono sebagai Pembina Bank Sampah yang diberi nama Kradenan Berseri ini mengatakan bahwa awal dibentuknya Bank Sampah langsung mendapatkan dukungan dari warga Kampung Kradenan. Sejak dua tahun lalu hingga sekarang, ada 120 nasabah Bank Sampah yang turut berinvestasi dan telah merasakan manfaatnya. “Di RW kami ada 200 KK, yang ikut jadi nasabah 120 orang. Warga Kradenan sudah merasakan manfaatnya,” ujar Supardiyono, Minggu (20/1).

Bank Sampah yang dibuka setiap dua pekan sekali pada hari Minggu ini selalu ramai dihadiri warga untuk membawa sampah yang telah dipilah. Sampah yang telah dipilah ini kemudian ditimbang dan dicatat oleh petugas Bank Sampah sebagai tabungan warga. Warga yang telah menabung di Bank Sampah dapat langsung melihat berapa banyak sampah yang ditabung, bahkan beberapa masyarakat ada yang memiliki saldo hingga lebih dari satu juta rupiah. “Ada juga warga yang memiliki saldo baru seratusan ribu. Warga pun bisa mengambil saldo tabungan jika memiliki keperluan yang mendesak seperti untuk bayar sekolah anak dan lainnya,” ungkap Supardiyono.

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menurunkan tim pendamping pengelola Bank Sampah yang merupakan bentuk dukungan nyata terkait dengan inovasi pro rakyat ini. Perhatian khusus yang diberikan UMY mendapatkan lampu hijau dari Pengelola Bank Sampah Kradenan Berseri yang diwakili oleh Supardiyono. “Kami menyambut positif tim UMY yang akan melakukan pendampingan kepada Bank Sampah di Kradenan ini,” ujar Supardiyono.

Pendampingan pengelolaan Bank Sampah ini merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang salah satunya untuk mendukung inovasi masyarakat dalam mengelola sampah.

Sakir, S.IP., M.IP selaku salah satu pendamping Bank Sampah Kradenan Berseri yang juga merupakan Dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan UMY mengatakan bahwa kegiatan pemberdayaan Bank Sampah Berbasis SIS-KOn ini bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan bank sampah yang berbasis sistem informasi dan komunikasi secara online. Misalnya dilakukan pendampingan pembuatan website dan media sosial serta penguatan kelembagaan Bank Sampah.

Kemudian tim pendamping Bank Sampah lainnya Dr. Adhianty Nurjanah, S.Sos., M.Si dan juga Dosen Prodi Ilmu Komunikasi UMY ini mengatakan bahwa pendampingan ini merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang salah satunya untuk mendukung inovasi di bidang pengelolaan sampah sebagai langkah mensejahterahkan masyarakat.

Berita lainnya: UMY Ingin Bank Sampah Kradenan Berseri Lebih Sejahterakan Warga