Magister Ilmu Pemerintahan (S2) bersama  Program Studi Ilmu Pemerintahan (S1) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta berkerjasama dengan Institute for Research and Empowerment (IRE) dan KPU Kabupaten Bantul menggelar kelas Desa Pelopor Demokrasi di Desa Sumbermulyo, Kec. Bambanglipuro, Kabupaten Bantul pada Rabu, 30 Mei 2018. Kelas Demokrasi dan Kepemiluan Desa dalam Desa Pelopor Demokrasi sebelumnya telah dilaksanakan di Pendopo Balai Desa Dlingo pada hari Jum’at 11 Mei 2018 dan Selasa, 22 Mei 2018 (dlingo-bantul.desa.id). Peserta yang mengikuti dalam kelas demokrasi ini yaitu petugas pantarlih se Desa Sumbermulyo, Pamong Sumbermulyo dan keanggotaan partai politik di wilayah Sumbermulyo.

Dalam kelas Desa Pelopor Demokrasi kali ini dihadiri Titik Istiyawatun Khasanah, S.IP. (Komisioner KPU Bantul Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat) dan Isnaini Muallidin, S.IP., MPA (MIP UMY). Program ini diselenggarakan di tiga desa rintisan, yakni Desa Dlingo, Desa Guwosari, dan Desa Sumbermulyo, kelas diadakan secara bergantian di setiap desa sesuai jadwal pada rapat koordinasi. Tidak hanya berhenti pada penyerapan materi, pada pertemuan terakhir, peserta Kelas Demokrasi Desa juga akan dipandu untuk dapat merumuskan Desain Penyelenggaraan Pemilu Berintegritas dan Desain Pengembangan Demokrasi di Desa masing-masing.

Pendidikan Pemilih dalam Program Desa Pelopor Demokrasi ini dikerangkai dalam bentuk Kelas Demokrasi dan Kepemiluan Desa. “Masyarakat di tiga Desa rintisan awal ini akan ditemani untuk belajar tentang Demokrasi dan Kepemiluan selama 8 kali pertemuan,” demikian jelas Titik Istiyawatun. Komisioner KPU Bantul Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Titik Istiyawatun Khasanah, S.IP. mengharapkan adanya Program Desa Pelopor Demokrasi dapat mencetak kader-kader maupun relawan-relawan demokrasi dan kepemiluan dengan semangat volunterism melakukan upaya pendidikan kepemiluan kepada masyarakat. Johan Komara, S.IP Ketua KPU Bantul mengatakan Program Desa Pelopor Demokrasi merupakan bagian dari upaya Pendidikan Pemilih yang dilakukan KPU Bantul untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas partisipasi pemilih, baik dalam Pemilu maupun Pemilihan (jogja.antaranews.com).Tiga Desa rintisan awal juga memiliki kontribusi besar, peserta beserta fasilitasnya ditanggung oleh desa. Sedangkan IRE, UMY dan KPU menyediakan narasumber. Outcome yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya peran Pemerintah dan masyarakat desa dalam membangun kesadaran untuk berpartisipasi dalam pengembangan demokrasi desa.

 

Penulis : Rido Argo Mukti

Foto : Kurnia Rifqi Febrian